Anak-anak merupakan topik yang menarik dan selalu menjadi topik yang menarik jika semua bidang hal menyentuh mereka. Misalkan saja jika ada anak yang pinter komputer, pinter masak, pinter berhitung, Pinter musik, dsb….selalu menjadi suatu hal yang unik dan bagus untuk dipelajari.
Di zaman edan / jahiliyah/kebodohan dulu, belum ada konsep pemisahan antara anak-anak dan dewasa, semua diperlakukan sama yaitu sebagai manusia. Anak-anak juga ikut bekerja, berbicara dan diperlakukan sama seperti orang dewasa dan tuntutannya pun juga sama. Dengan semakin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan, diketahui bahwa ada perbedaan yang mendasar antara orang yang berumur 30 tahun dan berumur 5 tahun. Ditemukan pula bahwa ada masa dimana terjadi transisi pemikiran dan perkembangan (puber). Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kita akhirnya mengenal masa kanak-kanak dan masa dewasa.
Di negara2, dua masa ini dipisahkan melalui standard hasil penelitian statistik, misalnya 18 tahun di Indonesia merupakan batas masa kanak-kanak….sehingga baru bisa memulai pekerjaan, berpikir untuk memilih, dan dikenakan tuntutan2 sebagaimana orang dewasa yang lain.
Dengan semakin majunya zaman, semakin maju pula perkembangan pasar. Nah semua permasalahan jual-beli adalah sumber dari malapetaka yang akan dibicarakan kali ini. Di zaman saya berumur 5 tahun dulu, saya masih sangat mengenal yang namanya pakaian anak, dengan rancangan yang khas dan tidak neko-neko…kini kita banyak jumpai model2 pakaian orang dewasa yang dibuat dengan ukuran anak-anak dan dikenakan oleh anak sehingga sedikit-demi sedikit hal ini mengubah pandangan kita tentang anak-anak.
Selaini itu kita banyak menjumpai (terutama di Indonesia) adanya anak2 yang dipekerjakan oleh orang tuanya. Anak-anak tidak dibiarkan melihat dunia secara luas terlebih dahulu, melainkan langsung dispesifikasikan untuk suatu hal sehingga tuntutan perkembangannya sudah berbeda dari anak-anak lain yang normal.
Di Media, model anak, Nyanyian anak, Gaya Hidup anak, pun sudah menjadi tren yang pada dasarnya dilakukan pula oleh orang dewasa…. anak-anak langsung diberikan dan disuapi berbegai macam tentang kehidupan orang dewasa tanpa tahu mana yang baik dan tidak baik, sedikit demi sedikit sekarang kita akhirnya kita menemukan degradasi moral dari anak2….Robert Postman dalam bukunya “Selamatkan Anak-Anak” menyatakan bahwa masa dewasa adalah masa yang penuh misteri bagi anak2, dan jika misteri ini telah banyak terbuka, maka bagaimana cara kita membedakan anak-anak dan dewasa?”
Dari cuplikan buku itulah cukup jelas gambaran bagaimana penyimpangan anggapan kehidupan anak dan dewasa telah perlahan kembali ke zaman jahiliyah dulu. Kita kini sudah mulai tidak bisa membedakan antara anak dan dewasa….contoh gampang : Kalolah orang dewasa saja yang harus tahu lagu “Belah Duren”, kenapa kini ada anak2 yang menyanyikan lagu itu saat mengamen??Kalolah kasus Peter Pan bukan lah bahasan anak2, mengapa anak2 kini tahu mengenai kasusnya?
Kita perlu berhati-hati, media dan penyebarannya memang hal yang baik, ibarat pantat ayam…terkadang toh ia juga mengeluarkan telur…. tetapi dalam satu bulan, telur hanya keluar satu kali dan sisanya adalah kotoran.
Selamatkan Anak-Anak!