Media Islam Penuh Kepalsuan

Posted in Inspirasi on 26 Maret 2009 by namasayasendiri

Dibalik retorika yang konyol, menggebu, dan penuh dengan anekdot itu saya menemukan sosok yang mewah. Disakunya ada HP yang merknya kerapkali mendapatkan julukan HP sejuta Umat. Sisrannya rapi dengan busana yang tampak bersih dan mahal. Ruangan seminar itu seperti menunggu kata2 sihirnya, yang siap membawa firman2 Tuhan sambil memberikan informasi tentang dirinya.Diri yang sibuk kesana kemari, tampil di perhelatan rumah pejabat sampai di depan televisi. ia adalah rohaniawan muda yang sedang memiliki karir yang menanjak, jam terbangnya tinggi dan bayarannya pun mahal. dakwahannya Konyol dan sangat adaptif dengan kawula muda. merekalah da’i masa kini : tampan, fasih baca Quran, dan selalu mendorong orang untuk bisa beradaptasi dengan keadaan. Julukannya sudah selebritis.

Dimulainya Khutbah dengan kalimat yang sejuk mengalir kemudian diimbuhi nasehat untuk memperbaiki diri-sendiri,mereka berusaha untuk mengembalikan ajaran agama pada kesempurnaan diri dengan selalu saja melihat kenyataan sosial yang buram dengan rasa optimis. Dakwahnya mudah diterima, dalam artian anjurannya gampang dipahami dan tidak melulu hanya berputar-putar di kaum muslimin.

Tapi anjuran itu tampak dingin karena dakwahnya kemudian tidak mampu menyapa arus keresahan sosial. perbaikan hati mungkin bisa dikerjakan melalui tindakan2 sederhana, tetapi kemudian tindakan2 itu tidak bisa memperbaiki situasi yang runyam. kita sering tak habis pikir, bagaimana sosok yang dikenal beribadah dan taat dan juga sering berbincang tentang agama tega melakukan perbuatan keji. Ada yang melakukan korupsi hingga menelurkan kebijakan yang kejam. itu sebabnya dahaga ummat akan pemecahan masalah sosial tidak bisa mengandalkan mubaligh. seorang pendakwah tidak menjadi penyelesai perkara korupsi hingga konflik antar etnis, ia hanya dimanfaatkan untuk berkhutbah tentang suatu yang normal. menghias layar kaca sambil menganjurkan perbuatan2 yang sederhana, tapi berujung pada pahala. Ganjaran inipun dalam bahasa media harus bisa dinikmati dalam ruang imajinasi publik. Itu sebabnya gambaran keji tentang neraka, setan, dan hukuman menjadi sesuatu yang perlu dikonkritkan. seorang bisa dengan kejam dihukum dengan atraksi yang sadis karena melakukan korupsi. televisi menyajikan ini semua dengan cara yang menarik sekaligus Konyol. Islam didaulat untuk menjadi ajaran yang bisa menertibkan moral melalui campur tangan Tuhan dan Mubaligh menjadi sosok yang mengantarkan siksa itu. Walau mungkin agak naif, tapi kesadaran agama publik semacam itu sudah tentu mncemaskan. Mencemaskan dalam arti hal itu melepaskan penghayatan keagamaan yang berbalut rasa empati, Cinta dan solidaritas Sosial. Kita benci pada korupsi, tapi bukan solusinya adalah azab kubur.

Seorang mubaligh kenamaan yang tampan dan pintar melantunkan Quran pernah berujar ; bahwa kemiskinan dan kekayaan semua adalah takdir Allah, seorang dibuat miskin karena Allah tahu jika dibuat kaya maka dia akan berlumuran dosa. Logika ini walapun baik tetapi sungguh sesat. karena tidak memperhitungkan kompleksitas sosial yang membawa seseorang berada pada posisi kelas sosial tertentu. Tapi media bukan jenis pewarta yang memungkinkan publik untuk bisa memberi umpan balik maupun kritik. Mubaligh jenis inilah yang banyak beredar di masyarakat dan bukan membuat kita tambah beriman, tetapi malah tambah bodoh.

Negara yang membuat otoritas tertentu yang merugikan rakyat, sedangkan para mubaligh ini dijadikan pelawak untuk menghibur dan menenagkan hati masyarakat. Kita kehilangan mubaligh yang cerdas, tajam, dan revolusioner. Sejak itu agama tidak dihidupkan dengan Api, tetapi dengan asap kemegahan yang menutupi kepalsuan.

Semoga tulisan ini menyadarkan kita bahwa dunia dakwah bukan hanya memberi tahu apa yang benar, tetapi juga memberi tahu bagaimana melawan kejahatan.

“Disadur dari beberapa bacaan”

KM ITB Ga Riil

Posted in Inspirasi on 7 Maret 2009 by namasayasendiri

Tulisan ini bukan menyalahkan orang2 yang udah bekerja untuk Kabinet dan Kongres, tulisan ini untuk menghina semua anggota KM ITB yang selalu saja disibukkan dengan kegiatan Internalnya yang sok idealis. Bukannya gw ga mengerti apa pentingya internalisasi dan konsep. Tetapi asal lo tau aja bahwa KM ITB bukan hanya untuk kita belajar bagaimana membuat Student Goverment, tapi hal esensi yang paling dasar adalah berkontribusi ke masyarakat Indonesia. Kalo anda ber-KM ITB dengan penuh pemikiran dan ego anda… anda tidak akan pernah bisa berkontribusi ke masyarakat. Cukup kan kita melihat perdebatan Anggota DPR dengan kepentingan partai sampai2 tidak memperdulikan keadaan rakyat. dan Cukup sudah gw melihat perdebatan kepentingan dan Egosentris orang2 pintar di ITB yang akhirnya tidak menjadi solusi untuk bergerak ke masyarakat.

Namanya bergerak ke masyarakat memang butuh pemahaman yang baik, tetapi bergerak adalah hal terpenting yang tidak bisa dikeduakan esensinya, hal itu adalah hal yang harusnya jalan dengan seimbang. Selama satuu tahun saya aktif di KM ITB, saya tidak merasakan ada perbuatan KM ITB yang dilaksanakan dengan benar2 KM ITB, yang ada hanyalah kegiatan beberapa orang yang dikordinasi dan dipimpin oleh kabinet dan kabinet.  Ternyata anggapan bahwa seluruh mahasiswa bisa berkontribusi untuk masyarakat adalah hal yang terlalu tinggi.

Sebelumnya maaf, gw berkontribusi di KM ITB bukan atas pengorbanan terhadap mahasiswa ITB, tetapi atas harapan gw akan kontribusi kita bersama ke masyarakat. Jadi sebenarnya malas gw telalu banyak ngurusin kepentingan lembaga dan orang2 KM ITB… wong anak ITB bukannya cari tau sendir malah merengek2 minta diperhatikan BUSUK emang lo semua.

Kalo emang seperti ini, keputusan gw adalah kembali ke Himpunan dan membuat keprofesiannya menjadi lebih baik serta bisa berbuat untuk masyarakat, ya itu hal kecil memang… setidaknya mudah bagi himpunan gw untuk berbuat ke masyarakat… walaupun pengetahuan kami sedikit… Gw bukan orang yang bercita2 menjadi orang utama yang memajukan bangsa ini, tapi cita2 gw adalah sekedar memberikan hal positif untuk sebagian kecil kemajuan Indonesia ini, dan itu adalah bidang keprofesian gw.

Gw harap tidak ada yagn salah paham dengan tulisan ini. gw bukan orang yang ga mengerti KM ITB itu seperti apa dan bagaimana, gw hanya ga suka berlama2 berbicara dan pamer keahlian, apalagi ketemu orag manja yang kerjaannya minta dikasihani terus.

sekian, ini bukan curhatan… tapi keputusan kedepan

Mengapa kemajuan Teknologi kita Cenderung Lambat ??

Posted in Inspirasi on 25 Februari 2009 by namasayasendiri

Arab dan Yunani boleh dikatakan adalah asal usul-nya perkembangan keilmuan yang paling tua, karena kebanyakan ilmu-ilmu pengetahuan yang kini banyak berkembang di kalangan bangsa Arya adalah hasil pengembangan mereka dari kedua wilayah ini. Inspirasi keilmuan disebarkan Arab pada massa kejayaan Kerajaan Islam ketika melakukan ekspansi hingga ke dataran Eropa. Sedangkan Yunani dikenal dengan filsuf-filsufnya yang hingga kini banyak menjadi inspirasi bidang-bidang keilmuan.

Tulisan ini hanya akan membahas perkembangan Teknologi mulai dari dataran Eropa hingga kita bisa merelasikannya dengan perkembangan teknologi di nusantara. Ketika ilmu pengetahuan dari kedua sumber tadi merasuki wilayah Eropa (1500-an), akhirnya timbulah berbagai ilmuwan ternama di eropa yang melahirkan banyak teori baru pada zamannya. Inspirasi keilmuan teori saat itu belum banyak, sehingga orang2 banyak menemukan sesuatu dengan cara Trial dan Erorr kemudian hasilnya baru dirasionalisasikan. Perkembangan Teknologi di Eropa cukup mengalami hambatan mengingat zaman itu sangat ketat dengan aturan gereja sehingga dominasi keputusan dimiliki gereja sepenuhnya. Pada zaman pra Renaissance, banyak sekali ilmuwan2 yang sadar akan pentingnya berpikir secara rasional karena mereka telah banyak menemukan fenomena yang berhasil mereka rasionalisasikan.  Dengan bermunculannya para ilmuwan ini, timbullah penentangan terhadap aturan gereja yang mereka anggap salah. Tragedi yang kita kenal adalah dipenjaranya Coppernicus akibat teori awalnya yang menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari. Gereja tidak sempat menggantung Coppernicus karena beliau telah dijemput maut lebih awal. Peristiwa Rennaisance membuat paradigma baru bagi bangsa Eropa untuk berpikir lebih rasional dan empirik. Dengan pola pikir inilah ilmu pengetahuan maju pesat di Eropa sehingga eropa saat itu sempat menjadi sumber ilmu pengetahuan.

Perkembangan ilmu pengetahuan juga terjadi di Cina, contohnya yang kita kenal adalah penemuan bubuk mesiu. Namun perkembangan bubuk mesiu banyak dilakukan oleh Eropa sejak eksplorasinya ke berbagai belahan bumi sejak ilmu pengetahuan di eropa sudah cukup mapan (mulai melakukan ekspansi, dan salah satunya adalah Cina). Dari bangsa eropa  inilah akhirnya bubuk mesiu dikembangkan menjadi lebih baik terutama dalam persenjataan militer. Dengan kemajuan Teknologi ini, banyak negara2 eropa mulai melakukan ekspansi dan salah satu yang disinggahi adalah Nusantara.

Penemuan kekayaan alam di nusantara sangat menguntungkan Eropa yang basis ilmu pengetahuannya sudah maju di zaman itu. Salah satu faktor penting adalah paradigma berpikir pribumi yang masih belum banyak menggunakan rasional sehingga perkembangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan lambat. Adalah hal yang luar biasa bagi pribumi ketika melihat kapal2 eropa memiliki ukuran yang lebih besar dan teknologi yang lebih maju saat itu.

Akhirnya dengan ketimpangan ini, dan paham kapitalis yang telah berkembang di negara eropa sebelumnya, terjadilah sistem penjajahan seperti yang selama ini sering kita dengar di sejarah Indonesia. Penjajahan ini sangat menguras kekayaan Nusantara. Penjajahan ini bertahan lama mengingat keadaan Nusantara yang masih terpecah dengan kerajaan-kerajaan dan perjuangan melawan penjajahan lebih dikarenakan rasa tertindas dan perlawanan ini terpecah-pecah sehingga lebih mudah untuk dipadamkan.

Akibat penjajahan ini, dan lambatnya perkembangan pola pikir rasional di nusantara, maka ilmu pengetahuan sangat sulit berkembang di nusantara. Dapat dilihat bagimana dahulu kemerdekaan sangat sulit dirintis karena masyarakat sudah tertanam pola pikir terjajah. Orang-orang yang berhasil mendapatkan pendidikan dari Penjajahlah yang akhirnya merintis kemerdekaan  di Nusantara hingga memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dari kemerdekaan ini akhirnya bangsa Indonesia mencoba bangkit sendiri menentukan kemajuannya sendiri, dengan berbagai hambatan dan kejadian2 yang dilalui bangsa ini sejak kemerdekaan, maka hasilnya dapat kita lihat saat ini setidaknya saat tulisan ini dibuat. Demikianlah, bahwa pendidikan dan kemajuan Teknologi di Indonesia tertinggal jauh dengan negara2 di eropa (juga amerika, mengingat Amerika adalah sekumpulan migrasi orang eropa di dataran Benua itu) dan jika dibandingkan dengan Eropa, mungkin saat ini kita baru saja menapaki awal kemajuan itu, mungkin.

<inspirasi dari buku “Teknologi di Nusantara” karya Prof. M. Sahari Bestari>

ditulis di kosan bau apek, pagi-pagi.

Perubahan membutuhkan pengorbanan

Posted in Hari hari on 21 Februari 2009 by namasayasendiri

Alkisah, entah bagaimana caranya ternyata anak2 di kosan gw udah pada ngurusin Internet. Pemasangan Internet merupakan dambaan semuanya dan sudah diusahakan sejak lama namun selalu stuck di sebuah permasalahan beragam. akhirnya setelah proses panjang itu, entah bagaimana jadinya (saya sudah lama mengundurkan diri dari pengurusan internet ini) internet itu akhirnya terpasang…. saya sih oke2 aja…..hehehe

Internet berhasil dipasang, kita semua senang tetapi beberapa kesalahan yang kita punya adalah tidak memberikan kepercayaan untuk disetting oleh teknisinya (kudu bayar 30rb per kompie) males juga kan akhirnya kita bertekad untuk masang sendiri. dan…. gagal… selama satu malam kami berusaha mencoba dan akhirnya menyerah untuk memanggil teknisi itu (bayar juga deh)…

setelah disetting beberapa DNS sever untuk server pusat, sehingga Internet pun bisa jalan dan kami berhasil menggunakan Internet. ni pengalaman melibatkan perdebatan yang cukup membingungkan dan tidak bisa saya ungkapkan karena memang ga tau gimana cara ngungkapinnya.. ya yang jelas, lebih baik percaya dulu untuk belajar sesuatu yang belum kita tau… baru kemudian setelah kita pelajari dan kita teliti untuk kita kembangkan ilmunya. huahuahua…